F.A.Q HelloMotion High School

Sebuah lembaga pendidikan setingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) Jurusan IPS yang menggunakan kurikulum Diknas yang diperkaya dengan materi desain visual arts dan kreatifitas untuk menjawab tantangan abad 21.
HHS secara formal menerapkan penjurusan IPA dan IPS.
Ada 4 pengelompokkan materi dalam kurikulum yaitu: Core Academic Subjects, Budi Pekerti, Visual Arts, dan 21st Century Skills.
HHS berusaha menjadi miniatur kecil kehidupan kreatif dalam dunia visual design. Di dalamnya konsep kolaborasi design thinking, creative thinking hingga customer orientation menjadi hal yang wajib dipelajari. Informasi karier dan keterampilan abad 21 (21st Century Skills) juga sudah dibiasakan sejak awal. Guru diposisikan sebagai partner sekaligus supervisor untuk membimbing proses penciptaan karya untuk memperkaya portofolio masing-masing siswa.
Adanya pengayaan seni pada kurikulum HHS tidak berarti bahwa kami bermaksud menjadikan siswa seorang seniman/pelukis tetapi siswa dapat menggunakan cara berpikir yang ada di dunia seni desain dan menerapkannya untuk bidang lain seperti akademis, teknik, hingga bisnis, serta mengintegrasikan seni desain ke dalam kehidupan sehari-hari. Agar siswa sukses dalam hal akademis kami yakin mereka harus berpikir out of the box dan mampu memecahkan masalah dengan kreatif.
Kami berharap siswa dapat melihat kehidupan dengan mata dan hati yang kritis dapat berpartisipasi mengubah dunia secara positif walaupun hanya berawal dari selembar kertas (sketsa/konsep), serta tahu tentang potensi optimalnya untuk meneruskan ke jenjang karier atau jenjang akademis berikutnya.
HHS menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke semua jurusan universitas yang sesuai dengan latar belakang dan minat siswa (universitas negeri maupun ke pendidikan tinggi luar negeri) dengan tetap mendukung persiapan siswa mengikuti Ujian Nasional hingga persiapan karier di dunia kreatif (menjadi entrepreneur atau tenaga profesional).
Siswa harus melampirkan tanda kelulusan tingkat SMP, membawa 5 lembar karya desain visual yang pernah dibuat (cetak atau digital), dan mengikuti proses observasi.
Siswa harus memiliki minat untuk visual arts. Namun siswa tidak perlu memiliki banyak pengalaman dalam hal tersebut. Observasi dirancang agar siswa mampu menunjukkan kemampuan, potensi, dan komitmen mereka.
Calon siswa mengisi formulir pendaftaran di sekolah atau melalui form online dan mengikuti observasi awal sesuai jadwal yang akan diberikan. Observasi dilakukan selama 2 jam.